FB Tweet Group
Buku Panduan Program Kehamilan Elifmedika.com

Blog Kategori

Mengenai Saya

SEJARAH TERBENTUKNYA OSIS

Sebelum lahirnya OSIS, di sekolah-sekolah tingkat SLTP dan SLTA terdapat organisasi yang bebagai macam corak bentuknya. Ada organisasi siswa yang hanya dibentuk bersifat intern sekolah itu sendiri, dan ada pula organisasi siswa yang dibentuk oleh organisasi siswa di luar sekolah. Organisasi siswa yang dibentuk dan mempunyai hubungan dengan organisasi siswa dari luar sekolah, sebagian ada yang mengarah pada hal-hal bersifat politis, sehingga kegiatan organisasi siswa tersebut dikendalikan dari luar sekolah sebagai tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar.

Akibat dari keadaan yang demikian itu, maka timbullah loyalitas ganda, disatu pihak harus melaksanakan peraturan yang dibuat Kepala Sekolah, sedang dipihak lain harus tunduk kepada organisasi siswa yang dikendalikan di luar sekolah.


Dapat dibayangkan berapa banyak macam organisasi siswa yang tumbuh dan berkembang pada saat itu, dan bukan tidak mungkin organisasi siswa tersebut dapat dimanfaatkan untu kepentingan organisasi di luar sekolah.


Itu sebabnya pada tahun 1970 sampai dengan tahun 1972, beberapa pimpinan organisasi siswa yang sadar akan maksud dan tujuan belajar di sekolah, ingin menghindari bahaya perpecahan di antara para siswa intra sekolah di sekolah masing-masing, setelah mendapat arahan dari pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.


Pembinaan dan pengembangan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budi pekerti luhur.


Oleh karena itu pembanguan wadah pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah yang diterapkan melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah ( OSIS ) perlu ditata secara terarah dan teratur.


Betapa besar perhatian dan usaha pemerintah dalam membina kehidupan para siswa, maka ditetapkan “OSIS” sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan secara nasional. Jalur tersebut terkenal dengan nama “Empat Jalut Pembinaan Kesiswaan”, yaitu :



1. Organisasi Kesiswaan


2. Latihan Kepemimpinan


3. Kegiatan Ekstrakurikuler


4. Kegiatan wawasan Wiyatamandala





Dengan dilandasi latar belakang sejarah lahirnya OSIS dan berbagai situasi, OSIS dibentuk dengan tujuan pokok :


1. Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreativitas, serta minat para siswa ke dalam salah satu wadah yang bebas dari berbagai macam pengaruh negative dari luar sekolah


2. Mendorong sikap, jiwa dan semangat kasatuan dan persatuan di antara para siswa, sehingga timbul satu kebanggaan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar.


3. Sebagai tempat dan sarana untk berkomunikasi, menyampaikan pemikiran, dan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berfikir, wawasan, dan pengambilan keputusan.




1. Dasar Hukum


1. UU Nomor 20 Tahun 2003; tentang sistem Pendidikan Nasional


2. UU Nomor 14 Tahun 2005; tentang Guru dan Dosen


3. PP 19 Tahun 2005, tentang Standar Pendidikan Nasional


4. Peraturan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2005; tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional


5. Kep. Mendukbud Nomor 0461/U/1984; tentang Pembinaan Kesiswaan


6. Kep. Dirjen Dikdasmen Nomor 226/C/0/1992 tentang pedoman Pembinaan Kesiswaan




1. Tujuan


Tujuan penulisan buku “Petunjuk Pelaksanaan Organisasi Siswa Intra Sekolah” antara lain :


a. Melengkapi hal-hal yang belum dimuat di dalam buku yang diterbitkan lebih dahulu


b. Dapat lebih memperjelas pengertian, makna, tujuan dan hasil yang diharapkan melalui pelaksanaan Organisasi Intra Sekolah secara baik dan benar


c. Dapat membantu para pendidik, tenaga kependidikan dan orang tua, serta masyarakat baik di pusat maupun di daerah untuk lebih memahami betapa pentingnya keberadaan OSIS di sekolah


d. Dapat dijadikan pedoman untuk pembinaan kegiatan ekstrakurikuler siswa dalam lingkungan sekolah



BAB II


PENGERTIAN, FUNGSI, TUJUAN dan STRUKTUR OSIS



Dalam upaya mengenal, memahami, dan mengelola Organisasi Siwa Intra Sekolah (OSIS) perlu kejelasan mengenai Pengertian, Fungsi, dan Tujuan serta Struktur OSIS.


Dengan mengetahui pengertian, fungsi dan tujuan serta struktur OSIS yang jelas, maka akan membantu para Pembina, pengurus, dan perwakilan kelas untuk mendayagunakan OSIS ini sesuai dengan fungsi dan tujuannya.




1. Pengertian OSIS, meliputi :


1. Secara Semantis


Di dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226/C/Kep/0/1992 disebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah adalah OSIS.


OSIS adalah Organisasi Intra Sekolah. Masing-masing kata mempunyai pengertian :


a. Organisasi


Secara umum adalah kelompok kerjasama anatara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan sebagai satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan


b. Siswa, adalah peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah


c. Intra, berarti terletak di dalam dan di antara. Sehingga suatu organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan


d. Sekolah adalah satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, yang dalam hal ini Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah atau Sekolah/Madrasah yang sederajat


2. Secara Organis


OSIS adalah satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah wajib membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), yang tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi bagian/alat dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.


3. Secara Fungsional


Dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan, khususnya dibidang pembinaan kesiswaan, arti yang terkandung lebih jauh dalam pengertian OSIS adalah sebagai salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaan, disamping ketiga jalur yang lain yaitu : latihan kepemimpinan, ekstrakurikuler, dan wawasan Wiyatamandala.


4. Secara Sistemik


Apabila OSIS dipandang sebagai suatu sistem, berarti OSIS sebagai tempat kehidupan berkelompok siswa yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.


Dalam hal ini OSIS dipandang sebagai suatu sistem, dimana sekumpulan para siswa mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan suatu organisasi yang mampu mencapai tujuan.


Oleh karena OSIS Sebagai suatu sistem ditandai beberapa cirri pokok, yaitu :


a. Berorientasi pada tujuan


b. Memiliki susunan kehidupan berkelompok


c. Memiliki sejumlah peranan


d. Terkoordinasi


e. Berkelanjutan dalam waktu tertentu




1. Fungsi


Salah satu ciri pokok suatu organisasi ialah memiliki berbagai macam fungsi. Demikian pula OSIS sebagai suatu organisasi memiliki pula beberapa fungsi dalam mencapai tujuan.




Sebagai salah satu jalur dari pembinaan kesiswaan,fungsi OSIS adalah :


1. Sebagai Wadah


Organisasi Siswa Intra Sekolah merupakan satu-satunya wadah kegiatan para siswa di sekolah bersama dengan jalur pembinaan yang lain untuk mendukung tercapainya pembinaan kesiswaan.




2. Sebagai Motivator


Motivator adalah perangsang yang menyebabkan lahirnya keinginan dan semangat para siswa untuk berbuat dan melakukan kegiatan bersama dalam mencapai tujuan.




3. Sebagai Preventif


Apabila fungsi yang bersifat intelek dalam arti secara internal OSIS dapat menggerakkan sumber daya yang ada dan secara eksternal OSIS mampu beradaptasi dengan lingkungan, seperti menyelesaikan persoalan perilaku menyimpang siswa dan sebagainya. Dengan demikian secara prepentif OSIS ikut mengamankan sekolah dari segala ancaman dari luar maupun dari dalam sekolah. Fungis preventif OSIS akan terwujud apabila fungsi OSIS sebagai pendorong lebih dahulu harus dapat diwujudkan

1. Tujuan

Setiap organisasi selalu memiliki tujuan yang ingin dicapai, begitu pula dengan OSIS ada beberapa tujuan yang ingin dicapai, antara lain :


1. Meningkatkan generasi penerus yang beriman dan bertaqwa


2. Memahami, menghargai lingkungan hidup dan nilai-nilai moral dalam mengambil keputusan yang tepat


3. Membangun landasan kepribadian yang kuat dan menghargai HAM dalam kontek kemajuan budaya bangsa


4. Membangun, mengembangkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air dalam era globalisasi


5. Memperdalam sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan kerjasama secara mandiri, berpikir logis dan demokratis


6. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta menghargai karya artistic, budaya dan intelektual


7. Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani memantapkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara




1. Perangkat OSIS


Perangkat OSIS terdiri dari Pembina OSIS, perwakilan kelas, dan pengurus OSIS


1. Pembina OSIS


a. Pembina OSIS terdiri dari :


1) Kepala Sekolah, sebagai Ketua


2) Wakil Kepala Sekolah, sebagai Wakil Ketua


3) Guru, sebagai anggota, sedikitnya 5 (lima) orang dan bergantian setiap tahun pelajaran


b. Rincian Tugas


1) Bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan, pembinaan, dan pengembangan OSIS di sekolahnya;


2) Memberikan nasihat kepada perwakilan kelas dan pengurus;


3) Mengesahkan keanggotaan perwakilan kelas dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah;


4) Mengesahkan dan melantik pengurus OSIS dengan Surat Keputusan Kepala Sekolah;


5) Menghadiri rapat-rapat OSIS


6) Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas OSIS




2. Perwakilan Kelas


a. Terdiri atas 2 (dua) orang dari setiap kelas ;


b. Rincian Tugas


1) Mewakili kelasnya dalam rapat perwakilan kelas ;


2) Mengajukan usul kegiatan untuk dijadikan program kerja OSIS;

3) Mengajukan calon pengurus OSIS berdasarkan hasil rapat kelas ;

4) Memilih pengurus OSIS dari daftar calon yang telah disiapkan ;


5) Menilai laporan pertanggung jawaban pengurus OSIS pada akhir tahun jabatannya;


6) Mempertanggung jawabkan segala tugas kepada Kepala Sekolah selaku Ketua Pembina ;


7) Bersama- sama pengurus menyusun Anggaran Rumah Tangga.




3. Pengurus OSIS


a. Syarat Pengurus OSIS


1) Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa


2) Memiliki budi pekerti yang baik dan sopan santun terhadap orang tua, guru, dan teman


3) Memiliki bakat sebagai pemimpin


4) Tidak terlibat penggunaan Narkoba


5) Memiliki kemauan, kemampuan, dan pengetahuan yang memadai


6) Dapat mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga pelajarannya tidak terganggu karena menjadi pengurus OSIS


7) Pengurus dicalonkan oleh perwakilan kelas


8) Tidak duduk dikelas terakhir, karena akan menghadapi ujian akhir


9) Syarat lain disesuaikan dengan ketentua sekolah.




b. Kewajiban Pengurus
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di BoyTrik

Artikel Menarik Lainnya :

Ditulis oleh Ajang Rahmat - Jumat, 10 Desember 2010 - 00.45

Belum ada komentar untuk "SEJARAH TERBENTUKNYA OSIS"

Posting Komentar

Buku Panduan Program Kehamilan Elifmedika.com